Menu Tutup

Asal Usul Hari Raya Idul Adha, Muslim Harus Tau!

Setiap tanggal 10 di bulan Dzulhijjah setiap tahun, para umat Islam diketahui akan merayakan hari raya bernama Idul Adha.

Kata Idul Adha sendiri berasal dari kata ‘id dan ‘adha. ‘id memiliki awalan pada kata ‘aada ya’uudu’ yang memiliki arti dasar ‘menengok’ atau ‘menjenguk’ atau ‘kembali’.

Disebut demikian karena hari raya terus kembali berulang di setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, Id seringkali disamakan dengan arti  ‘ayyada’, yakni ‘berhari raya’. Sedangkan kata Adha bermakna ‘qurban’.

Karena itulah, Idul Adha memiliki arti kembali melakukan pembelihan hewan qurban atau yang biasa disebut dengan istilah Hari Raya Qurban.

Idul Adha juga dikenal sebagai Lebaran Haji, karena di hari yang sama umat Islam dari berbagai penjuru dunia juga sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kata qurban berasal dari bahasa Arab qurban dari akar kata qaraba, yaqrabu, yang berarti pendekatan. Mengutip buku berjudul “Rahasia & Keutamaan Hari Jumat” oleh Komarudin Ibnu Mikam, disebutkan bahwa berqurban berarti melakukan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Idul Adha atau Hari Raya Qurban ini ditandai dengan penyembelihan hewan qurban di seluruh dunia sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Daging qurban itu lalu di salurkan kepada masyarakat umum.

Sebagaimana penuturan Al-Hasan bin Ali, “Rasulullah SAW memerintahkan kami dalam Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) agar memakai pakaian terbagus yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami miliki, dan berqurban pada hari raya Idul Adha dengan binatang qurban termahal dari apa yang kami miliki.” (HR. Al-Hakim).

Perintah berqurban sendiri berkaitan dengan kisah ketulusan serta totalitas dalam berqurban di dalam mengarugi kehidupan oleh Nabi Ibrahim dan ptranya, Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembeli putranya, Ismail. Saat itu, Ibrahin sudah berusia senja dan Ismail mencapai usia remaja.

Dikisahkan, Nabi Ibrahim mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail. Mimpi tersebut merupakan bagian dari wahyu Allah.

Saat terbangun, Ibrahim merasakan kesedihan yang mendalam. Karena, setelah sekian lama terpisah dengan sang buah hati, ia harus mengorbankan anaknya.

Allah hendak menguji sejauh mana keta’atan Nabi Ibrahim. Sebagai seorang hamba yang beriman dan taat kepada Allah, dia harus melaksanakan perintah Allah. Ibrahim kemudian mendatangi Nabi Ismail dan meminta pendapatnya.

Rupanya, jawaban dari Nabi Ismail sungguh luar biasa. Nabi Ismail justru meminta ayahnya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

Ismail berkata demikian, “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah.” (QS. Ash-Shaffat:102)

Nabi Ibrahim lantas menangis haru mendengar penuturan anaknya. Ibrahim pun lalu dengan ikhlas serta bersungguh – sungguh melaksanakan apa yang Allah perintahkan.

Namun ketika hendak dilaksanakan, Allah memperbolehkannya menggantinya dengan binatang domba. Dengan begitu, Ibrahim dan Ismail telah berhasil melewati ujian keimanan tersebut.

Domba yang menjadi pengganti Nabi Ismail untuk disembelih itu menjadi asal mula melakukan ibadah qurban pada Idul Adha.

Hukum melaksanakan qurban itu sendiri wajib bagi orang yang mampu atau memiliki keluasan rezeki untuk berqurban.

Sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah Al-Kautsar ayat 1-2, “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”

Hari Raya Qurban ini diperintahkan selama 4 hari, yakni sejak maghrib pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai hari raya ‘Id (10 Dzulhijjah), disambung 3 hari tasyrik.

Nah, itulah bagaimana asal – usul Idul Adha yang merupakan hari raya umat muslim terbentuk dan mengapa hari raya ini dilaksanakan setiap tahun dengan menyembelih hewan qurban.

Ternyata, hal ini bukan semata – mata hanya dengan memotong hewan dan membagikannya serta memakannya loh. Hal ini dilakukan untuk menunaikan ibadah mereka para umat Muslim di seluruh dunia.

Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi kalian yang saat ini mungkin belum tahu bagaimana asal usul Idul Adha.